Dalam rangka melakukan analisis kebutuhan peserta didik, kuhusunya dalam hal menggali minta dan bakat peserta didik, MTs Negeri 5 Kuningan bekerjasama dengan salah satu Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia, melaksanakan kegitan psikotes atau pemeriksaan psikologi untuk seluruh siswa kelas 7, Jum’at (30/09/2023). Kegiatan psikotes ini ditujukan untuk menggali sejumlah informasi tentang peserta didik secara objektif, relevan dan akurat berkenaan dengan faktor psikologisnya, seperti IQ, bakat dan minat.
Psikotes ini dilaksanakan di kelas masing-masing, yang dalam pelaksanaannya dibagi ke dalam dua sesi; sesi 1 diikuti oleh kelas 7.1 sampai dengan 7.5, dan sesi 2 diikuti oleh kelas 7.6 sampai dengan 7.10. Di setiap kelas terdapat 1 petugas tester, dan kadang dibantu oleh petugas observer yang berkeliling ke setiap kelas saat kegiatan psikotes berlangsung.
Dalam kegiatan psikotes tahun ini, juga disisipkan tes gaya belajar, untuk mamahami gambaran tentang gaya belajar siswa, sehingga bisa ditemukan cara pembelajaran yang paling efektif yang bias diberikan kepada siswa. Hasil dari psikotes dan gaya belajar ini nantinya akan diberikan kepada siswa, orang tua/wali siswa, dan Guru, untuk kemudian dijadikan referensi dalam memberikan perlakuan atau treatmen yang tepat dalam mengembangan potensi siswa secara optimal. Selain itu hasil dari kegiatan ini juga bisa dijadikan analisis kebutuhan peserta didik oleh guru Bimbingan dan Konseling, untuk dijadikan dasar dalam menyusun program bimbingan dan konseling yang tepat, yang dapat mengantarkan siswa mencapai perkembangan diri yang optimal.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari usaha bimbingan dan konseling dapat berorientasi pada pengenalan potensi, kebutuhan, dan tugas perkembangan serta pemenuhan kebutuhan dan tugas-tugas perkembangan tersebut. Diharapkan pemenuhan perkembangan optimal dan pencegahan terjadinya masalah pada peserta didik bias menjadi fokus pelayanan bimbingan dan konseling. Atas dasar pemikiran tersebut, maka pengenalan potensi individu merupakan kegiatan urgen pada awal layanan bantuan. Bimbingan dan konseling saat ini tertuju pada mengenali kebutuhan peserta didik, orangtua, dan sekolah. (Anggi)




